Posted in Institut Ibu Profesional

Observasi Tipe Belajar 3

Malam ini sang adik masih menekuni PR matematika terbarunya. Alhamdulillah sudah 3 hari berturut – turut ini dia mengerjakan latihan matematikanya. Tak kusangka  anak kinestetik bisa anteng mengerjakan ilmu pasti. 

Keherananku berlanjut ketika ia memamerkan hasil ulangan harian drawing. Di sebalik kertas soal, dia menjawab soal bagian terakhir untuk menggambar imajinatif. Dan taraaa.. Sungguh out of the box. 

I think adikku bertipe visual yang bagus. Btw, tokoh di dalam gambar itu mirip sekali dengan postur tubuhnya yang mungil. Hihi

Advertisements
Posted in Institut Ibu Profesional

Observasi Tipe Belajar 2

Akhir pekan adalah waktu terlelah yang adikku miliki. Sabtu pagi dia mengikuti ekskul futsal di sekolah, siang dan sorenya dia bebas berlatih sepak bola dengan kawan-kawan sekitar rumah. Hari Ahadnya pun sama, di pagi hari dia berlatih bareng anak tetangga, siang dan sorenya dia berlatih sendiri. 

Meski badannya sudah coklat kegelapan dan sering dijuluki ‘kopi’, dia cuek aja dan merasa gentle dengan kegelamannya itu.. 😂😂

Alhamdulillah pada Ahad siang dia bisa dipaksa tidur siang meski satu jam. Setelah kegerahan (Tangsel puanass pool) dia enggak bisa lanjut tidur lagi, tapi sudah lebih dari cukup untuk mengecas tenaganya. 

Setelah shalat magrib, waktunya untuk belajar malam. Malam ini adalah malam matematika. Materi untuk kelas 3 SD saat ini adalah pembagian dengan satuan. Aku kira dia akan banyak ngambek dan malas-malasan belajar seperti biasa, ternyata.. 

Belajar malam memang diawali dengan ritual ngambek, tapi setelah aku jelaskan sedikit tentang pembagian, dia mulai mengerti. Aku hanya menjelaskan kalau pembagian ini kebalikan dari perkalian. Contoh, Mbak membeli 🍎🍎 butir apel selama 3 hari maka total apel yang Mbak miliki 🍎🍎🍎🍎🍎🍎 butir apel, rumusnya sama dengan 2×3=6. Dan jika semua apel Mbak berikan untuk Adek, Abi dan Umi sama rata, maka setiap orang akan mendapat 🍎🍎 butir apel, alias 6:3=2

Berhubung soalnya 144:6, maka aku jelaskan lagi kalau soal ini hasil pembagiannya bukan satuan, tapi puluhan. Dan kamu harus membaginya dua kali, tak cukup sekali. 

Alhamdulillah setelah aku berikan muqoddimah tadi, dia mulai semangat berlatih. Selesai tiga soal, dia mau nambah jadi 10 soal. Maasya Allah 😍😍

Di soal nomer 8 dia mulai kelihatan bosan. Di situ aku bermain peran sebagai setan yang berusaha membujuknya cukup sampai di situ. Sejenak dia hampir terpengaruh. Dia sadar kalo dirinya butuh suasana baru. Akhirnya dia beranjak sejenak dan mengambil permen k*** merah. Kebetulan ada tulisan di belakang kemasannya Pasti Bisa. Dan dia kembali bersemangat dan berhasil menyelesaikan 10 soal, alhamdulillah, yeaaah!  👏👏👏

Oya, ketika aku berperan jahat, konsentrasi berhitung adikku tampak terganggu dengan suara usil  yang aku keluarkan. Adakah ini indikasi dia bertipe belajar audiotori juga ? 😧

Posted in Institut Ibu Profesional

Observasi Tipe Belajar 1

Sebenarnya ini cerita pekan kemarin yang baru aku rekam di otak, dan baru sekarang aku tuliskan. Hihihi 

Hari ini adikku melihat stok karet gelang yang ada satu toples sosis So Nice. Ga lama, dia menuju mataku dan minta izin diperbolehkan menjelajah dunia maya untuk eksplorasi kegunaan si karet gelang tadi. 

Dan alhamdulillah gak pakai lama, ketemu lah tutorial membuat senapan dari tobikin.com, dengan bahan baku stik es krim dan karet gelang. 

Adeku begitu bersemangat membuatnya. Aku pikir dia akan menyerah ketika memotong dua stik dengan kater itu lumayan sulit buatku. Ternyata dia punya jalan lain, dengan memotongnya satu persatu stik dengan pisau. 

Dia memang menyukai eksperimen dan kreasi. Nampaknya dia memiliki tipe belajar kinestetik 😊

Posted in Uncategorized

FAMILY PROJECT DAN KECERDASAN ANAK[REVIEW] 

Setelah kita memahami secara detil tentang apa itu Family Project dan sudah menjalankannya dengan tantangan 10 hari, maka kali ini kita akan kembali membahas bagaimana  family project ini bisa menjadi sarana kita untuk melihat sisi-sisi kecerdasan anak yang harus kita amati.
Family Project dan Kecerdasan Intellectual
Family Project adalah sarana anak-anak belajar sesuatu, belajar hal baru melalui berbagai tema-tema yang kita kemas dalam berbagai project. Di dalam ilmu pembelajaran kita bisa mempelajarinya lebih lanjut tentang Project Based Learning.
Selama menjalankan Family project ini kita bisa melihat apakah :
a.  Apakah rasa Ingin tahu anak-anak terhadap sesuatu menjadi semakin tinggi?
b. Apakah Kreativitas dan Daya Imajinasinya menjadi semakin besar?
c. Apakah muncul gairah belajar dan inovasi baru yang anak-anak dapatkan selama menjalankan family project?
d. Bagaimana anak-anak menyikapi pengetahuan baru, pengalaman baru yang mereka dapatkan selama menjalankan Family Project?
e. Apakah anak-anak menemukan gairah untuk selalu berkarya dan menemukan hal baru demi kehidupan mereka yang lebih baik?
Family Project dan Kecerdasan Emosional
a. Apakah selama menjalankan Family Project muncul kesadaran diri secara penuh dari anak-anak?
b. Apakah anak-anak makin mengenal emosi yang muncul  ( senang, bahagia, sedih) selama menjalankan Family Project?
c. Apakah emosi anak stabil/meledak-ledak ketika menghadapi tantangan selama Family Project berjalan?
d.Apakah anak bisa mengerti perasaan dan kebutuhan orang lain, sehingga orang lainpun merasa senang dan dimengerti perasaannya?
e. Apakah anak sanggup mengelola emosi yang dia dapatkan dari orang lain, sehingga tercipta ketrampilan sosial yang tinggi?
Family Project dan Kecerdasan Spiritual
Family project sebagaimana kita tahu adalah pemberian makna yang mendalam terhadap aktivitas sehari-hari yang kita lakukan di rumah. Sehingga aktivitas keluarga sehari-hari + management dan organisasi = Family Project  = Aktivitas keluarga yang penuh makna.
Kecerdasan Spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna ( value), kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya.
Dengan menjalankan Family Project kita akan bisa melihat hal-hal sebagai berikut:
a. Apakah anak-anak bisa makin mengenal ciptaan Allah dan makin menyayangi antara sesama makhluk ciptaan Allah selama menjalankan Family Project ini?
b. Apakah anak-anak makin melihat dirinya dan keluarganya sebagai sesuatu yang unik yang diciptakan Allah berbeda dengan yang lain,  selama menjalankan Family Project ini?
c. Apakah rasa syukur anak-anak makin meningkat selama menjalankan Family Project?
d. Apakah anak-anak makin ridho dan konsisten dengan segala perintah dan laranganNya selama menjalankan Family Project?
e. Apakah anak-anak mendapatkan berbagai akhlak mulia yang bisa dia dapatkan untuk dipraktekkan selama menjalankan Family project?
f. Apakah anak-anak semakin tunduk dan taat terhadap kehendak penciptaNya, selama menjalankan Family Project?
g. Apakah anak-anak semakin bergairah untuk menebar benih manfaat di muka bumi ini, dan sadar perannya sebagai Khalifah di muka bumi ini, selama menjalankan Family project?
Family Project dan Kecerdasan Menghadapi Tantangan ( AI)
Selama menjalankan Family Project pasti kita dan anak-anak menghadapi berbagai macam tantangan dan cobaan. Dari sinilah kita paham seberapa kuat anak-anak kita menghadapi tantangan hidup.
a. Apakah selama menjalankan Family Project anak-anak mampu mengontrol dirinya ?
b. Bagaimana reaksi anak-anak ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang dia inginkan seama menjalankan Family project?
c. Apakah anak-anak sanggup membangun konsistensi dan komitmen terhadap kesepakatan yang sudah dia putuskan bersama selama menjalankan Family Project?
d. Apakah anak-anak menunjukkan inisiatif besar untuk aktivitas yang dia inginkan, dan sanggup menanggung semua resiko yang akan muncul selama menjalankan Family Project?
e. Bagaimana reaksi anak-anak setiap menjumpai “tantangan” selama family project berjalan, apakah mereka bisa mengubahnya menjadi sebuah peluang?
f. Apakah anak-anak tidak mudah putus asa?
g.Apakah anak-anak berani mengakui sebuah kesalahan dan mau belajar dari kesalahan yang dia buat selama menjalankan Family Project?
h.Apakah kemandirian anak mulai terlihat selama menjalankan Family project?
Dari berbagai kasus yang kita dapatkan selama menjalankan Family project ini sebenarnya selain untuk melihat kecerdasan anak-anak, kita juga bisa mengamati kecerdasan diri kita dan pasangan. Sehingga kita semakin paham bagaimana cara kita “memantaskan diri” agar semakin layak mendidik anak-anak hebat. Dan hal-hal apa saja yang harus kita tambahkan selama perjalanan di Universitas Kehidupan.
Salah satu contoh hal kecil ketika menjalankan tantangan 10 hari di Game –game kelas Bunda Sayang ini, kita mengalami kesulitan dalam mengatur waktu sehingga tidak sanggup menuliskan tantangan 10 hari tersebut secara berturut-turut, apakah kita langsung menyerah berhenti disini saja? Kalau iya kecerdasan menghadapi tantangan kita masuk kategori Quitters, Apakah kita cukup menuliskan poin-poin penting saja dan tidak usah menyempurnakannya, yang penting mengumpulkan tugas? Kalau iya, berarti ita tipe campers. Atau kita termasuk orang yang berusaha mengubah manajemen waktu kita, mencari strategi terbaik, membuat sistem penulisan, sehingga memudahkan kita untuk menuliskannya setiap hari? Kalau iya, selamat  berarti kecerdasan anda memasuki tahap Climbers.
Silakan amati kecerdasan-kecerdasan yang lainnya yang ada pada diri kita selama mengerjakan Tantangan-tantangan 10 Hari di kelas Bunda Sayang ini.
Dan untuk bisa mendapatkan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik ke anak – anak dan keluarga kita, mulailah dari diri kita terlebih dahulu
for things to CHANGE, I must CHANGE first
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
📚Sumber Bacaan:
D.Paul Relly, “Success is Simple, Gramedia, Jakarta
Stoltz, Paul G, PhD, 1992, Adversity Intellegence, Mengubah  Hambatan Menjadi peluang
Melva Tobing. Mpsi, Daya Tahan Anak menghadapi Kesulitan, Jakarta, 2013
Materi Tentang Kecerdasan anak dan Kebahagiaan Hidup, IIP, bunda sayang

Posted in Institut Ibu Profesional

DREAM BOOK & ZULHIJJAH RESOLUTION

Catatan Day 10 tgl 26/8

 

Ini adalah bagian klimaks dari family project maybe. Aku berharap bisa banyak menuangkan rencana jangka pendek dan panjangku di dream book, Sang Penjaga Mimpi.

Pencapaian di tahun 1438 H, Alhamdulillah:

  • Memaksimalkan waktu pasca wisuda dengan mengajar dan bekerja di SMA Muhammadiyah Jakarta dan LAZNAS Al-Azhar Peduli Ummat
  • Semakin banyak sedekah, pernah sedekah ekstrim sebesar 3-5 juta
  • Diterima menimba ilmu dan pengalaman di SD Insan Cendikia Madani BSD
  • Setahun lebih dekat dengan keluarga
  • Persiapan menjadi istri dan ibu profesional di Institut Ibu Profesional
  • Bertambah keluarga baru; keluarga MATHLA UNJ, keluarga RT 002 Rawamangun, keluarga CS Gandaria City, keluarga KB-TK-SD ICM BSD, keluarga Islamic-Arabic-Quranic SD ICM, keluarga RT 002 Pamulang II

 

Berikut Target Tahun 1439 H, bi idznillah:

  • Membuat dream book
  • Persiapkan pernikahan islami dan barakah
  • Star Leader PayTren Shafar 1439 H. Semangat titanium!
  • Arsitek Peradaban, mengetahui peran kehidupan

bismillah, biar sedikit semoga maksimal. Aamiin

 

Posted in Institut Ibu Profesional

ANAK TK VS ANAK SD

Catatan Day 9 tgl 25/8

 

Selain mengajar di Grade 2, aku juga mengajar Arabic di Grade 4. Perbedaan fisik dan aktivitas sangat besar, antara anak-anak kedua grade tadi.

Di Grade 4 mereka menunjukkan kesan setara antara guru dan murid, menghormati guru yang tegas dan asik, dan berani menunjukkan kebosanan secara terang-terangan. Rasa sabarku benar-benar teruji di sini, juga ilmu dan pengalamanku mengajar anak Generasi C.

Dan, di sinilah aku berada di Grade 4C. waktu mengajarku hanya 45 menit menjelang siang di hari Jumat. Sebelum pelajaranku adalah free play dan setelahnya adalah pelajaran olah raga yang menurut mereka lebih asik.

Ketika aku minta mereka menjawab salam dan sapaan bahasa Arab, ku lihat segerombolan anak masih memiliki pikiran melanglang buana di luar sana. Ada yang asik ribut sendiri, mengetuk-ngetuk kotak pensil kalengnya dengan alat tulis, dan lain-lain.

Spontan dan secara iseng, aku mau membuka kelas dengan menceritakan ritual haji dengan lagu. Seperti yang aku ajarkan tadi pagi di cicle time Grade 1. Baru satu bait aku nyanyikan, “saya mau ke Mekkah, berkeliling-keliling Ka’bah…” ada yang memotong, “Ustadzah, itu seperti lagu anak TeKa. Kita kan bukan anak TeKaa..”

Aku tersenyum sambil mengangkat alis. “Oh, iyakah? Bukankah kelakuan kalian barusan seperti anak TeKa?”

Aku mengedarkan pandangan dan berkata, “di kelas anak TeKa, semua pada ribut dan tidak mendengarkan ustadzah bicara. Nah, kalau di kelas anak eSDe, mereka tidak seperti itu. Mereka tertib dan diam saat ustadzah bicara. Sekarang yuk kita nyanyikan tangan ke atas, tangan ke samping, tangan ke depan, duduk yang rapi.”

Seketika anak-anak pun memasang muka berpikir dan berangsur-angsur tenang. Alhamdulillah..

Posted in Institut Ibu Profesional

QAMUSQU PROJECT

Catatan Day 8 tgl 22/8

 

Setiap waktu, aku memikirkan langkah apa yang membuatku dapat bermanfaat dan diingat kebaikan oleh orang lain. Masa hidupku terbatas, pun masa mengajarku di sekolah terbaik ini. Maka, aku ingin membuat pengajaranku yang up to date dan aplikatif untuk anak-anak, terutama di Grade 2.

Di awali oleh keterbatasan jumlah kertas berwarna, aku berinovasi untuk menggunakan kertas A4 dibagi dua jadi B5. Di kertas itu, anak-anak bebas menggambar dan menulis kosakata bahasa Arab yang aku berikan.

Nanti diakhir term, aku akan bundle lembaran tulisan anak-anak dan membuatkan sampul menarik. Kelak, buku kecil ini akan menjadi Qamus Mini yang bisa dikenang ketika mereka besar.

 

Posted in Institut Ibu Profesional

LOMBA-LOMBA

Catatan Day 7 tgl 21/8

 

Suatu hari aku pernah menemukan artikel inspiratif dari Eyang Yodhia Antariksa. Beliau terkenal pakar strategi dan manajemen. Kata beliau, ada tiga hal yang akan jadikan Your Dream Job.

  1. Good salary. Oh, ini factor utama tapi di luar control kita. Digaji 2,5 juta dengan 25 juta pasti menghasilkan kinerja yang berbeda. Dibanding dengan kawan-kawanku, aku termasuk golongan ini. Alhamdulillah..
  2. Your job is challenging. Ya, pertumbuhan muncul seiring dengan perkerjaan. Kerja 1 tahun tapi diulang 10x itu artinya gak ada sesuatu yang bertumbuh. No skills improve.
  3. Your coworker are gokils. Alhamdulillah, rekan kerja satu ruanganku sudah satu frekuensi. Kita sering bercanda bersama dan ketawa bersama. Hahahahaha..

Hari ini hari yang melelahkan. Kami mengadakan berbagai lomba tradisional untuk merayakan HUT RI Ke 72. Aku mendapat amanah sebagai asisten penanggung jawab lomba menghias tumpeng. Semua lomba yang diselenggarakan tidak boleh kering makna, pesan ibu kepala sekolah. Maka, usai penilaian tumpeng terbaik di setiap ronde kelompok, aku menyisipkan kesadaran anak-anak untuk menghargai proses makanan. Dalam sebutir nasi terdapat perjuangan dan keringat sejumlah orang; pembibit, petani, pengepul, pedagang kecil maupun besar, tangan ibu yang memasak beras, tangan anak-anak ketika menghias tumpeng dan akhirnya bisa dihidangkan.

Posted in Institut Ibu Profesional

UPACARA

Catatan Day 6 tgl 17/8

Aku sedikit trauma dengan agenda upacara. Bagiku, it is a time that I sould full prepared with eating more and drinking a glass of milk. Upacara itu ajang adu kuat berdiri lama di bawah terik matahari. I dislike upacara. Hahaha

Tapi berhubung upacara kali ini adalah kewajiban guru dan peraturan sekolah, jadi mau bagaiamana lagi..

Maka yang perlu aku persiapkan adalah hal tadi, makan yang banyak dan minum segelas susu. Tak lupa aku mencari posisi agak kebelakang untuk mengindari ‘pencitraan’ kalau  aku tumbang. Hehe

Alhamdulillah, aku bisa berdiri tegak selama upacara. Yeay! Rasanya baru kali ini aku merasa upacara itu tidak terlalu buruk. Berikut dokumentasi upacara ceria kami =)

 

Posted in Institut Ibu Profesional

MENERAPKAN FITRAH BASED LEARNING

Catatan Day 5 tgl 15/8

Hari-hari menjelang idul adha, biasanya sudah ada hadir beberapa kandang sapi dan kambing. Ini adalah even tahunan di mana adek lanangku pindah tempat bermain. Biasanya tiap sore dia habiskan di lapangan bola, maka hari-hari ini destinasi pencarian dia berubah ke kandang terdekat. Maklum, di sini agak jarang menemukan sapi dan kambing dalam jumlah banyak.

 Sore ini ibuku agak meradang dengan kelakuannya. Sebab, setelah pulang ekskul pukul 14.30, dia hanya beristirahat sebentar lalu pergi mengunjungi kandang. Sorenya ia enggan masuk TPA. Alasannya masih capek. Padahal ia bukan sedang istirahat di rumah, tapi asyik bermain di luar rumah. Haha

Setelah shalat maghrib adalah momen ia belajar. Mereview pelajaran dan menyiapkan buku-buku. Ibuku kembali kesal dengan tingkah adek yang terlihat lelah dan malas-malasan saat diminta menyiapkan buku pelajaran besok. Terlebih saat mengingat hasil ulangannya yang berangka merah.

Berkicaulah ibuku, dan adekku hanya diam.

Di situ, rasanya aku ingin mengatakan kalau matematika, bahasa Inggris merah, biarkan saja. Memang dia bisa jadi tidak ingin jadi matematikawan atau penerjemah.

Bisa jadi, bakat alaminya di bidang olah raga yang tidak memerlukan ilmu eksak.

Berikut prinsip-prinsip pendidikan oleh Ki Hadjar Dewantara:

  1. Jangan menyeragamkan hal-hal yang tidak perlu atau tidak bisa diseragamkan. Perbedaan bakat dan keadaan hidup anak dan masyarakat yang satu dengan yang lain harus menjadi perhatian dan diakomodasi
  2. Rakyat perlu diberi hak dan kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan berkualitas sesuai kepentingan hidup kebudayaan dan kepentingan hidup kemasyatakatannya
  3. Anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratinya yang unik, tak mungkin pendidik ‘mengubah padi jadi jagung’ atau sebaliknya
  4. Bermain adalah tuntutan jiwa anak menuju ke arah kemajuan hidup jasmani maupun rohani

Ah.. aku berpikir harus segera menamatkan dan mempraktekan FBE ini. Tiap lembar adalah daging dan mesti dikunyah dulu sebelum bisa ditelan.